645 Polisi Menjaga Pemenang Pilpres 2019

Kasus PositifMeninggal DuniaSembuh
Indonesia5794930
Seluruh Dunia341,52614,74899,040
Data per 23 Maret 2020 pukul 15.45 WIB. Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, WHO.

645 Polisi Menjaga Pemenang Pilpres 2019

Ditlantas wilayah metropolitan Polda Jaya mengirim setidaknya 645 orang untuk mengamankan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) selama pemilihan presiden dan wakil presiden terpilih yang akan diadakan siang ini pada hari Minggu (30) / 06).

“Keterlibatan staf Ditlantas (tidak kurang dari 642 orang),” kata kepala Subdirektorat Kepolisian Daerah Gakkum Ditlantas di Wilayah Metropolitan Jaya, Kompol M. Nasir, dalam sebuah pernyataan tertulis.

Selain mengerahkan ratusan orang pada Sabtu malam (29/06), Kepolisian Daerah Metro Jaya juga menerapkan sejumlah langkah perlindungan di sekitar Jalan Imam Bonjol atau gedung KPU.

Jaminan ini termasuk pemasangan penghalang kawat dan transfer arus lalu lintas di wilayah tersebut. Kegiatan telah berlangsung sejak pukul 21.00 WIB.

“Jalan Imam Bonjol, Jalan Imam Bonjol, meyakinkan pemasangan MCB dan penutupan jalur kabel, mentransfer arus lalu lintas ke wilayah pusat Jakarta,” kata Nasir.

KPU hari ini dipastikan mengumumkan presiden dan wakil presiden terpilih setelah gugatan yang diajukan oleh Paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ditolak oleh hakim Mahkamah Konstitusi.

Dalam penentuan ini, kandidat presiden, Joko Widodo, dan wakilnya, Ma’ruf Amin, akan diumumkan sebagai pemenang sesuai dengan hasil rekapitulasi suara dalam buku pegangan yang sebelumnya diumumkan oleh KPU pada 21 Mei.

Hasil suara yang diperoleh selama rekap manual KPU, yaitu Jokowi-Ma’ruf, lebih tinggi dengan suara 55,50%, yang setara dengan 85.607.362 suara.

Sedangkan suara Prabowo-Sandi adalah 68.650.239 atau 44,50%. Berarti selisih jumlahnya mencapai 16.957 123, atau 11% suara.

Diketahui pula bahwa Jokowi-Ma’ruf Amin, Tim Kampanye Nasional (TKN) dan para pendukungnya menyaksikan tekad KPU. Sementara pasangan Uno Prabowo-Sandiaga sejauh ini menyatakan bahwa dia tidak akan hadir dalam agenda.

“Jika tidak ada, kemungkinan kedua pria itu tidak ada, yang telah dikonfirmasi oleh Pak Prabowo, tetapi kemungkinan mereka sama-sama tidak ada,” kata Hendarsam Marantoko, wakil presiden kelompok Advokasi Partai Gerindra .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *